Wednesday, September 28, 2016

Maling Kepuhunan Di Jalan Pemuda Samarinda

Kondisi ekonomi yang serba sulit saat ini membuat aksi kejahatan semakin meningkat. Bahkan, pelaku kejahatan cenderung nekat melakukan aksinya.
Seperti yang terjadi Rabu malam 29 September 2016, sekira pukul 22.00 WITA di Jalan Pemuda, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim).
Seorang anak baru gede (ABG), MH, warga Muso Salim nekat mengambil tabung gas dari sebuah mobil pengangkut gas yang sedang berhenti saat membongkar muatan.
Yusuf, saksi mata yang juga warga Jalan Pemuda 1 Samarinda, saat itu berada tepat di depan rumahnya, melihat ulah pelaku yang melakukan aksinya di seberang jalan.
Dengan menggunakan motor Satria G warna biru, MH bersama rekannya berinisial E melintasi Jalan Pemuda dari arah pom bensin. Nah, tepat di samping mobil pick up yang bongkar muatan, keduanya berhenti dan kemudian mengambil satu tabung gas melon dan langsung kabur.
Apes, aksi keduanya diketahui pekerja yang saat itu sedang bongkar muat. Salah satu pekerja kemudian mengejar pelaku dan berhasil menjatuhkan keduanya.
"Saat jatuh itulah kemudian pekerja berhasil menangkap M sementara E langsung kabur. Meski sempat dikejar, pria yang tidak memiliki pekerjaan ini berhasil meloloskan diri setelah masuk ke perumahan warga," kata Yusuf.
Penangkapan Mario membuat suasana Jalan Pemuda menjadi ramai. Ratusan warga sekitar langsung keluar rumah dan menghakimi pelaku.


Pelaku lari dari kejaran masyarakat sampai sempat terjun ke selokan untuk bersembunyi, polisi menyisir
Beruntung, petugas Polsekta Samarinda Utara segera tiba di lokasi dan mengamankan pelaku. Dengan luka di sekujur tubuh, M langsung dibawa ke Polsekta Samarinda Utara.
Kepada petugas, M mengaku iseng mengambil gas melon itu untuk dijual kembali.
"Saat melintas Jalan Pemuda, liat mobil melon bongkar gas, lalu muncul ide untuk mengambil gas itu," kata M singkat.
Saat ini, polisi masih memburu satu orang pelaku yang identitasnya telah diketahui dan kasusnya ditangani oleh Polsekta Samarinda Utara






Samarinda Seberang Darurat Geng Cilik Camat Turun Tangan

Camat Samarinda Seberang Ansarullah bersama Lurah Mangkupalas dan beberapa stafnya,  serta Forum Karang Taruna Samarinda seberang, melakukan pantauan ke tempat-tempat yang disinyalir sebagai tempat geng cilik berkumpul, Selasa (27/9) pagi.
Saat disurvei, ditemukan banyak bekas ngelem, alkohol 70 persen beserta campurannyadi rumah-rumah kosong dan pegunungan di daerah Jalan Pattimura, Kelurahan Mangkupalas, Kecamatan Samarinda Seberang.
Ketua Karang Taruna semangat Pelopor Mangkupalas Rusdiansyah Rays, mengaku sudah sering melakukan penggerebekan bersama polisi di wilayah tersebut, tetapi seharidi kantor polisi dilepaskan lagi. Tidak bisa ditindak, karena terbentur Undang-Undang Perlindungan Anak.“Ditahan lalu di lepas, ya begitu lagi. Jadi, satu-satunya cara terakhir menyelamatkan generasi kita, adalah dibuatkannya Perda Pemberian Efek Jera. Supaya mereka tidak mengulangi lagi, dan bisa berubah,” tegasnya.Sementara itu, menurut penuturan beberapa warga, daerah tersebut memang seringkali dijadikan tempat berkumpul, ngelem, serta minum-minuman gaduk (Oplosan, Red).“Tidak setiap hari, tetapi dalam seminggu, pasti ada 3 sampai 4 kali berkumpul. Waktunya tidak menentu, terkadang sore hari, lebih sering malam," ungkap Novi, warga Kelurahan Mangkupalas, Kecamatan Samarinda Seberang.Ibu tiga anak ini mengaku, dia dan masyarakat sekitar tidak berani menegur. Karena anak-anak geng tersebut melawan dan memiliki senjata tajam. “Jadi lebih baik diam daripada saat kami sedang beristirahat, tiba-tiba diserang. Anak-anak begitu kan nekad?” jelasnya lagi.Wanita berusia 54 tahun ini mengaku, sering kali melihat anak-anak tersebut bersembunyi dibalik pegunungan yang ada di wilayah tersebut. karena aman dan lepas dari pantauan polisi.“Apalagi kalau ada razia. Mereka pada lari ke gunung. Polisi kan tidak pernah memeriksa sampai ke sana?  Jadi sambil ngelem, mereka memantau kegiatan razia,” ungkapnya sambil menggeleng heran.Sedangkan Camat Samarinda Seberang, Ansarullah, sangat terkejut dengan hasil penelusuran tersebut. Dia tidak pernah menyangka, hasil razia beberapa waktu belakangan ini belum beri efek jera.“Betul-betul kelewatan, ternyatamereka sangat pandai mengelabui pemerintah dan aparat keamanan. Saya akan mencari tahu tempat-tempat yang masih menjual lem dan alkohol tersebut,” kata Ansarullah dengan geram.Temuan itu makin mengukuhkan niatnya membasmi penyebaran “virus” geng cilik tersebut. Dia akan segera menyampaikan usulan pembuatan Perda tersebut. Sembari menunggu keputusan wali kota, dia mengaku, mendukung penuh pelatihan yang tengah dicanangkan KPAI Samarinda.“Kami hanya terkendala dibiaya konsumsi anak-anak itu. Saya berjanji, Muspika Samarinda Seberang akan bertanggung jawab untuk konsumsinya. Saya akan datangi semua perusahaan swasta yang Saya kenal. Kita harus bergerak,” tegasnya.

Pelayanan SIM POLRESTA Samarinda Masih Dalam Perbaikan



Permohonan maaf disampaikan Humas Polantas Polresta Samarinda melalui media sosial, bahwa sampai saat ini 29 september 2016 pengurusan SIM tidak dapat dilakukan untuk sementara karena adanya gangguan sistem server data dari pusat, warga diminta untuk bersabar.
"Perbaikan akan diselesaikan secepatnya, dan warga masyarakat samarinda dapat kembali mengurus SIM nya kembali"


Rajia Ranjau Paku Polsekta Samarinda Ilir



Bayaknya keluhan masyarakat masalah ranjau paku, khususnya di jalan Diponogoro dan jalan Imam Bonjol menggerakkan polsekta Samarinda Ilir untuk turun langsung, menyisir jalanan dengan peralatan seadanya menggunakan batang kayu yang telah dipasangi magnet.
respon masyarakat yang melintas memberikan jempol,
apalagi dalam penyisiran anggota hanya berjalan kaki.
Salut Pak..!!

Sumber : Facebook



Gambar Lucu Buat DP BBM









































Ladislao Jose Biro


sadewa82 - Google merayakan ulang tahun Lasislao Jose Biro yang ke 117 tahun, seorang penemu Pulpen Modern. Produksi pulpen pertamanya ditampilkan pada suatu pameran internasional di Budapest, Hongaria pada tahun 1931. Ciptaan ini dipatenkan di Paris pada 15 Juli 1938
Orang tua Lasislao Jose Biro Bernama Mózes Mátyás Schweiger, Janka Ullmann.
Lahir pada tanggal 29 September 1899 di Budapest, Hongaria dan Meninggal tanggal 24 Oktober 1985 di Buenos Aires, Argentina.  
Lasislao Jose Biro menikah dengan Elsa Schick


Tuesday, September 27, 2016

Teknik Menolong Korban Tenggelam


Kasus korban tenggelam baik di sungai, danau, kolam atau laut sering terjadi dengan korban yang mungkin hanya satu orang sampai yang ratusan orang. Apalagi ditinjau dari faktor geografis Indonesia yang terdiri dari kepulauan (dikelilingi laut) dan dialiri oleh banyak sungai besar dan kecil.
Cukup banyak faktor yang menyebabkan seseorang tenggelam, bisa karena bencana seperti diseret banjir, karena olahraga seperti arung jeram atau renang atau karena musibah seperti tenggelam sebuah kapal serta banyak hal lain.

untuk menjadi penolong ada hal-hal penting harus diperhatikan :
1. Penolong Ahli dalam Berenang.
2. Mengetahui prosedure teknik menyelamatkan.
3. Memakai pelampung atau alat bantu mengapung untuk diri sendiri.
4. Bisa mengendalikan emosional.

menyelamatkan orang yang tenggelam sama halnya dengan menganggat seekor buaya diadalam air, bedanya korban yang ditolong tidak menggigit, tetapi bahaya yang didapat jika teknik penyelamatan tidak dijalankan akan sangat berbahaya bagi si penolong.

orang yang tenggelam akan panik dia akan mencari apapun yang bisa dipegang dan jika sudah dapat tidak akan dilepaskan dengan sekuat-kuatnya. bagaimana jika penolong yang di pegang / dipeluk sehingga penolong sendiri tidak dapat bergerak.

Berikut Sedikit Prosedure bagaimana cara menyelamatkan orang yang tenggelam dan dalam kondisi panik.

1. Pelajari Situasi
Perhatikan lokasi kejadian. jika arus lemah ukur jarak antara posisi korban dengan Tepi Air yang dapat dipegang, seperti dikolam, tetapi jika kejadiannya di sungai dan tidak ada tepi si penolong harus menyiapkan pelampung, seperti Ban Karet, Galon air, Gabus atau apa saja yang bisa mengapung. lemparkan ke korban sedekat mungkin sehingga korban bisa meraihnya.



2. Datangi Korban Dari Belakangnya,
Jika usaha untuk memberikan pelampung tidak berhasil, penolong harus turun keair jangan berhadapan, jika dia berbalik menghap ke penolong segera tenangkan jangan didekati, beberapa kasus korban yang susah ditenangkan dan berusaha mendekati penolong, korban agak sedikit di tendang menjauh kemudian hadapannya dibalik membelakangi sipenolong.



3. Utamakan Pelampung
Berikan Pelampung terlebih dahulu, kemudian tenangkan korban sampai dapat menormalkan pernapasan, jika korban sudah bisa dikendalikan baru si penolong boleh menyentuh korban, menyeret korban dengan kepala mengapung menuju tepi atau tempat yang aman.



4. Segera Bawa Kerumah Sakit
Korban tenggelam walaupun dalam kondisi sadar atau terlihat sehat, segera lakukan pertolongan pertama. Jika penolong tidak memiliki kemampuan dan keahlian tersebut sebaiknya segera menghubungi pihak berwenang seperti pelaku pertolongan pertama, paramedik atau tim penyelamat dan mentransportasikan korban (evakuasi) ke fasilitas kesehatan terdekat.